Share with on:

Boost Self-Confidence: Merasa Ragu Bukan Berarti Tidak Mampu

vector dot 1
Boost Self Confidence  Merasa Ragu Bukan Berarti Tidak Mampu

Ni Putu Putri Puspitaningrum, M.Psi., Psikolog

Salah satu kondisi yang sering muncul ketika kita akan memulai atau menjalani sesuatu adalah rasa ragu pada kemampuan diri sendiri. Kondisi ini sebenarnya wajar muncul ketika kita berada dalam situasi yang tidak pasti. Saat rasa ini muncul, apa yang biasanya kamu lakukan?

Satu hal yang perlu diingat adalah ‘’keraguan tidak sepenuhnya bicara tentang kemampuan’’, itulah yang ditulis oleh Florence Parot pada bukunya yang berjudul The Sophrology Method. Banyak orang yang menganggap ketika dia ragu, maka kemampuannya belum cukup untuk melakukan sesuatu. Padahal, pada orang yang sudah sangat mahir di bidangnya pun mengakui bahwa mereka pernah ada di kondisi ini. Apakah artinya mereka tidak mampu? Tentu, sebetulnya mereka mampu, tetapi ada suatu hal, tepatnya ‘’ketidakpastian’’, yang membuat mereka ragu, seperti hasilnya tidak pasti sesuai harapan atau tidak pasti disukai. 

Semakin kita berfokus pada ketidakpastian, maka kita semakin ragu. Padahal, masa depan selalu penuh dengan ketidakpastian, bukan? 

Ketika rasa ragu membesar hingga terlalu besar, itu bisa membuat kita kesulitan melihat diri secara utuh. Kita menjadi fokus pada kelemahan diri atau bahkan tidak memberi nilai yang sesuai pada kekuatan diri kita. Akhirnya, kita sendiri menjadi percaya bahwa kita tidak mampu. Hal inilah yang membuat usaha kita menjadi tidak maksimal. Tanpa sadar, kita menyiapkan diri untuk gagal, bukan untuk berhasil atau kita malah berhenti sebelum menyelesaikannya. 

Sekali lagi, ketika rasa ragu datang, itu bukan berarti kamu tidak mampu. Kita perlu ambil waktu sebentar untuk melihat diri kita secara utuh.

  • Fokus pada Hal yang Netral

Ketika keraguan datang atau kita tidak percaya akan kemampuan diri kita, artinya sudut pandang kita perlu dinetralkan. Mulailah dengan fokus pada hal-hal yang netral terlebih dahulu. Kamu bisa mengaktifkan lima sensori untuk membantu fokus. Coba perhatikan sekitar, apa yang kamu lihat? sentuh? dengar? hirup aromanya? dan apa yang kamu rasakan di lidah? Jika mengamati di sekitar belum membantu, maka ambil satu benda dan fokuslah ke benda itu. Kamu juga bisa pilih salah satu makanan dan makan selambat mungkin untuk betul-betul meraskannya.

 

  • Atur Nafas

Nafas yang tenang, membuat pikiran kita lebih mampu melihat sesuatu secara seimbang. Saat kamu menarik nafas, bayangkan kepercayaan diri ikut masuk. Kamu bisa sambil mengucapkan kalimat positif pada dirimu, seperti ‘’yakin’’, ‘’mampu’’, dan lain-lain. Tahan nafas sebelum dihembus dan bayangkan kepercayaan diri mengalir ke seluruh tubuh. Hembuskan nafas seperti menghembuskan keraguan keluar dari tubuh. 

 

  • Spesifik dan Positif

Jika kamu menilai diri ‘’saya tidak pintar’’, itu terlalu general dan membuat bingung tentang hal yang dilakukan. Selain itu, tekanan yang dirasakan lebih besar. Cobalah lebih spesifik dan urai satu per satu, seperti ‘’saya kesulitan mengerti tentang pelajaran A’’. Kemudian, lanjutkan dengan kalimat positif, seperti ‘’maka saya perlu belajar tentang itu’’. Dengan begini, kamu bisa mengenali kondisi diri dengan lebih jelas dan mengetahui hal yang perlu dilakukan. Belajar dan berlatih juga merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan keyakinan diri pada kemampuan yang kita miliki. Seperti atlet yang pernah mendapat medali emas, mereka tetap berlatih ketika akan bertanding lagi. 

 

  • Ingat: Semua Orang Punya Kekuatan

Kalau hanya melihat sesuatu dari satu sisi, biasanya itu membuat kita tidak mengenal secara utuh. Siapa yang tahu kalau di dalam buah salak yang bersisik, ada daging buah putih yang rasanya enak? Nah, kenali diri kita secara utuh. Ingat, kita bisa bertahan sampai di sini (dan bisa membaca artikel ini), itu artinya kita punya kekuatan itu. Sadari dan gunakan dengan baik. Ingat juga berbagai momen ketika kita berhasil melakukan sesuatu, termasuk hal-hal yang kecil. Apresiasi dirimu 😊

 

Selamat mencoba! Jika kamu merasa butuh dukungan untuk mengembangkan kepercayaan diri atau mengatasi keraguan akan kemampuan diri, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog, yah!

 

Sumber:

Davis, Tchlkl. (2023). 5 Ways to Boost Self-Efficacy. Diakses dari https://www.psychologytoday.com/us/blog/click-here-for-happiness/202209/5-ways-to-boost-self-efficacy

Parot, F. (2019). The Sophrology Method: Simple mind-body techniques for a calmer, happier, healthier you. NY: Octopus Publishing Group Ltd

Pogosyan, M. (2022). The Power of Believing in Yourself. Diakses dari https://www.psychologytoday.com/us/blog/between-cultures/202207/the-power-believing-in-yourself

Bagikan artikel ini

Posting Terbaru

Pustaka Mood Disosiasi (1)
Pustaka Mood Memahami Self harm (1)

Anda mungkin juga menyukainya

illustration right side 1
curhat line